Kamis, 22 Mei 2014

May Ceria

Hi...
Tumben banget ini saya lama meninggalkan blog. hehe. Karena lagi padat jadwal jadi jarang banget bisa intip-intip apalagi posting-posting diblog. Karena lama ga posting ide-ide yang akan dijadikan tulisan pun jadi lama mikirnya. Dari pada kelamaan mikir terus malah ga posting lagi ya mending posting aja walaupun ga penting kayak gini. Hehe.

Jadi ya di bulan Mei ini produktivitas saya cukup meningkat. *cieee..hahaha... selain itu di bulan Mei ini tanggal merah bertebaran dimana-mana. Cerah ceria banget deh bulan Mei ini. Dan pastinya yang suntuk dengan rutinitas kantor sudah ambil ancang-ancang buat cuti nih, iya kan? Ketauan!

Ayo dong share, pada liburan kemana nih? atau ada yang udah liburan duluan di tanggal merah sebelumnya? atau pada cuti massal akhir Mei ini?
Saran saya sih buat perusahaan mending akhir bulan ini diliburkan saja, atau bagi pemerintah anggap aja libur nasional, toh akhirnya karyawan yang masuk juga pasti sedikit karena pada kompakan cuti massal. :p

Ah, tau deh mau nulis apa lagi. Garing ya? Gini nih kalau yang udah lamaga posting. Jadi kagok gitu mau nulis-nulis lagi. Dan memang sebaiknya dilakukan secara continue sih hingga jadi sebuah kebiasaan baik untuk berbagi dalam postingan.

Udah yah, saya kagok ni, ga ngerti mau bilang apa lagi.
Happy long long long long weekend semuaaahh. :) :) :)


Kamis, 08 Mei 2014

Aku belum bisa menikmatinya
Belum?
Entahlah
Mungkin juga tidak akan pernah

Senin, 28 April 2014

Saya Mau Seperti Kopi

Seorang wanita yang baru saja menikah, datang pada ibunya dan mengeluh soal tingkah laku suaminya. Setelah pesta pernikahan, barulah dia tahu karakter asli sang suami keras kepala, suka bermalas-malasan, boros, dll.

Wanita muda itu berharap orang tuanya ikut menyalahkan suaminya. Namun betapa kagetnya dia karena ternyata ibunya diam saja. Bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara putrinya terus bercerita dan mengikutinya. Sang ibu lalu memasak air. Setelah sekian lama, air mendidih.

Sang ibu pun memasukkan 3 benda kedalam air mendidih tersebut, pertama beliau masukkan wortel, lantas masukkan telur dan yang terakhir, beliau memasukkan kopi.

Setelah menunggu beberapa saat, Sang Ibu mengangkat ke - 3 benda tersebut, dan diletakkan dalam masing-masing sebuah wadah. Hasilnya: wortel yang keras menjadi lunak, telur yang mudah pecah menjadi keras, dan kopi menghasilkan aroma yang harum.

Lalu sang ibu menjelaskan: "Nak... masalah dalam hidup itu bagaikan air mendidih". Namun, bagaimana sikap kitalah yang akan menentukan dampak-nya".

Kita bisa menjadi :
1. Lembek seperti wortel.
2. Mengeras seperti telur.
3. Atau harum seperti kopi.

Wortel dan telur tidak mempengaruhi air... Mereka malah berubah oleh air. Sementara kopi malah merubah air dan membuatnya menjadi harum.

Dalam tiap masalah, selalu tersimpan mutiara yang berharga. Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja, tapi apakah kita dapat tetap bersyukur saat kita ditimpa masalah?

Hari ini kita belajar ada 3 reaksi orang saat masalah datang.
* Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh, dan mengasihani diri sendiri.
* Ada yang mengeras, marah dan menyalahkan pihak lain.
* Ada juga yang justru semakin harum, menjadi semakin kuat dan bijaksana.

Itu semua tergantung pilihan kita sendiri bagaimana kita merespon sebuah permasalahan.

Repost from www.sekolahpernikahan.com by Phia


Anda mau jadi seperti apa?
Kalau saya, kopi. :)


Senin, 21 April 2014

My Silver Year

Setelah tadi nggak sengaja baca postingan disalah satu blog, saya baru sadar, kalo tahun ini usia saya sudah menginjak 25 tahun! Kalau biasanya orang merayakan ulang tahun peraknya diumur seperempat abad ini.

Saya, sama sekali tak menginginkan perayaan-perayaan ulang tahun seperti itu. Tetapi saya menginginkan sesuatu yang berbeda di tahun perak ini, saya ingin ada 'hadiah' spesial dari Allah untuk saya. Hadiah bukan berarti diberikan secara cuma-cuma, tetapi tetap harus usaha. Semoga saja mimpi-mimpi saya mulai dari impian yang kecil hingga impian besar saya bisa saya wujudkan satu per satu di tahun ini, sehingga membuat tahun perak ini lebih berkesan dan istimewa. Aamiin.

Sebenarnya saya sedikit menyesal juga kenapa saya terlambat menyadari bahwa 25 tahun itu sungguh berarti untuk dikenang. Sehingga sudah menginjak bulan keempat ditahun ini pun saya belum bisa mewujudkan impian berarti untuk saya. Belum banyak perubahan-perubahan besar yang saya lakukan dan belum banyak keputusan-keputusan besar yang saya ambil untuk hidup saya kedepannya.

4 months to go! semoga masih memiliki cukup waktu untuk berusaha semaksimal mungkin mewujudkan mimpi. Saya ingin sesuatu yang berbeda dan spesial di tahun ini. :)

Read a Book



The MORE that you READ
The more THINGS you will KNOW
The MORE you LEARN
The more PLACES you'll GO

~Dr.Seuss~

-------------------------------------------------------------

I really love reading books and also love to go to the bookstore, books is my favorite things.
But lately i feel difficult to have time with my books, i started reading books rarely. :(
After read this article "Door Duisternis tot Licht" i'm excited again with books.
Books is our window to the world,  find great books and get inspired!

Kamis, 17 April 2014

Cerita Malam Ini

Siapapun pasti akan menyambut malam ini dengan riang gembira. Ya, jalanan Jakarta sore ini adalah buktinya. Ia riang dengan nyanyian khas yang saling bersahut-sahutan. Ia gembira dengan kerlap-kerlip lampunya.

Semua orang hendak buru-buru pulang kantor dan semua orang ingin berpacu menuju pintu gerbang tempat wisata. Ugh, tol arah puncak pasti sudah dirayapi oleh ribuan roda berjalan itu. Begitu juga tol arah Bandung.

Dan saya juga berjuang menerjang ganasnya kemacetan ibu kota bersama kuda besi beroda dua menuju stasiun kereta. Terima kasih kepada abang ojek yang baik hati karena rela mengantarkan saya dibanding dua pelanggan lainnya untuk bermacet-macet ria ditengah ibu kota.

Akhirnya sekarang saya sudah duduk manis dikursi kereta. Memulai perjalanan yang cukup panjang ke kota wisata. Bertemu kawan, lalu saya teringat sesuatu.
Tentang keinginan terpendam itu...

Tunggulah, jika sudah cukup uang disaku. Maka akan saya lontarkan lagi peluru itu. Mendalami dunia nyata yang terabadi dalam sebuah kamera.

Selamat malam, selamat berakhir pekan. :)

Kalau Bukan Saya, Siapa Lagi?

Kita pasti punya segudang cita-cita dan impian, kan? 
Kita pasti punya keinginan untuk ini itu kan?
Pasti! Saya pun begitu.

Saya punya banyak sekali cita-cita, impian, keinginan dan harapan. Namun, seringkali saya lengah, seringkali saya terlalu mengharapkan orang lain diluar diri saya sendiri untuk menggapai cita-cita, mewujudkan mimpi, serta memenuhi keinginan dan harapan saya. Padahal untuk bisa mendapatkan itu semua saya sendirilah yang seharusnya berusaha sekuat tenaga, kemudian kepada Allah sajalah hendaknya saya berharap (bertawakal).

Kadang kala saya juga masih mencampur-adukkan antara kepentingan impian saya dengan pertolongan-pertolongan yang tak pasti dari orang lain. Padahal ini kan impian saya? Yang tahu dan peduli betul ya hanya saya seorang lah, dan yang bertanggung jawab atas proses yang saya lalui untuk mewujudkan impian ini hanya saya jugalah. Orang lain mana dia peduli? Dia saja sudah sibuk dengan impiannya sendiri, kan?

Yah, meskipun dalam proses mencapai impian itu kita pasti tidak bisa benar-benar seorang diri, karena kita kan makhluk sosial jadi kita tentunya masih membutuhkan bantuan orang lain. Namun bantuan disini bukanlah berarti kita bisa 'menggantungkan' harapan pada bantuan orang tersebut.

Misalnya saja, ketika kita akan menghadapi sidang ujian tugas akhir, coba kita perhatikan siapa saja yang terlibat. Ada dosen pembimbing, dosen penguji, admin jurusan yang mengurusi jadwal sidang kita, bahkan profesi tukang fotokopi pun ikut membantu kita dalam hal ini. Tapi apa benar kita bisa mengharapkan tukang fotokopi untuk mewujudkan sidang kita? tentu saja tidak! Karena dia tidak tahu menahu soal materi ujian kita. Tetapi dia merupakan salah satu elemen penting yang ketika kita sendiri tidak mendatanginya untuk memfotokopi materi ujian kita, maka tentunya dia tidak akan bergerak dan  bekerja untuk memfotokopi materi kita begitu saja bukan? Mengerti dengan analogi ini? *Maaf bagi yang gagal paham sama bahasa saya yang amburadul. :D Kira-kira begitulah.

Akhirnya saya juga memahami, ketika kita menginginkan sesuatu ya kita lah yang harus bergerak dan berjuang untuk itu, bukan orang lain! Bahkan ketika kita mengharapkan orang lain untuk berubah ya kita jugalah yang harus begerak agar orang tersebut tergerak untuk mau berubah. Misalnya, memberi teladan tentang perubahan yang kita inginkan dan lain sebagainya. Bukan hanya berharap dan menunggu perubahan. Apalagi sampai menyalahkan orang tersebut karena dia tidak berubah. :)

Prinsipnya kita yang inginkan sesuatu ya kitalah yang berusaha untuk itu.

Maka, jadilah kuat! Untuk diri sendiri dan orang lain. :)