Jadi ingat waktu masih duduk dibangku sekolah dasar dulu, guru-guruku sering bilang 'kalau kalian ingin menghapal perkalian coba deh hapalkan ketika kalian sedang buang air besar'. Hahaha saya malah tertawa dalam hati mendengar perkataan guru saya waktu itu karena saya merasa hal itu lucu dan aneh.
Tapi seiring berjalannya waktu entah kenapa kadang-kadang saya juga teringat sesuatu, memikirkan sesuatu ketika sedang jongkok itu. Beberapa waktu lalu saya terinspirasi dari proses jongkok tersebut, *ups ga bermaksud ngomong jorok lhoh.
Jadi begini, ada suatu saat dimana kita tidak bisa buang air besar, mungkin karena kurang serat atau penyebab lainnya. Sehingga makanan terus tertimbun didalam perut, bahkan hal ini tidak hanya terjadi dalam sehari, tetapi bisa sampai tiga hari atau lebih. Ketika itu perut sudah mulai tidak nyaman, kita lapar tapi takut makan karena makanan akan semakin menumpuk, sedangkan dikeluarkan pun masih belum bisa. Dan saat-saat dimana isi perut sudah berontak ingin keluar, maka mengeluarkannya sangatlah sakit. Kita keluarkan sekarang maupun besok atau lusa rasanya sama, tetaplah sakit, bahkan akan lebih sakit berkali-kali lipat dari pada jika kita keluarkan hari ini.
Begitu juga ketika kita menghadapi masalah. Terutama masalah yang menyangkut orang lain. Ketika kita bermasalah dengan orang tersebut sekali, dua kali, tiga kali dan kita tidak segera 'mengeluarkannya' dalam artian mengatakan pada orang yang bersangkutan masalah tersebut apa sehingga kita bisa duduk bersama dan saling mengintrospeksi diri maka masalah-masalah tersebut akan semakin menumpuk dan terus menumpuk sampai pada akhirnya kita sudah merasakan ketidaknyamanan pada diri kita sendiri dan orang tersebut telah berada pada puncaknya. Maka dalam hal ini akan lebih baik kita sesegera mungkin mengajak orang tersebut ngobrol baik-baik menyelesaikan masalah. Karena cepat atau lambat, mau dibicarakan sekarang maupun esok lusa karena hal ini mungkin saja bisa menyakiti hati kedua belah pihak maka akan tetaplah merasa sakit. Semakin lama kita memendam masalah tersebut maka akan semakin sakit pula rasa hati ini pada akhirnya.
So, hikmahnya yaa segera selesaikan masalah dan jangan dibiarkan menumpuk. Sekarang atau esok masalah tersebut pasti akan menunggu penyelesaian dari kita. Semakin cepat kita selesaikan semakin cepat berlalu pula masalahnya dan sebaliknya jika semakin lama kita selesaikan maka akan semakin lama pula kita berdampingan dengan masalah tersebut sedangkan masalah lain sudah menunggu.
Yah, beginilah hidup. Kita harus jadi pemberani. Setiap masalah yang kita lalui saya yakin akan membuat kita semakin berani menjalani hidup menatap masa depan.
Tapi seiring berjalannya waktu entah kenapa kadang-kadang saya juga teringat sesuatu, memikirkan sesuatu ketika sedang jongkok itu. Beberapa waktu lalu saya terinspirasi dari proses jongkok tersebut, *ups ga bermaksud ngomong jorok lhoh.
Jadi begini, ada suatu saat dimana kita tidak bisa buang air besar, mungkin karena kurang serat atau penyebab lainnya. Sehingga makanan terus tertimbun didalam perut, bahkan hal ini tidak hanya terjadi dalam sehari, tetapi bisa sampai tiga hari atau lebih. Ketika itu perut sudah mulai tidak nyaman, kita lapar tapi takut makan karena makanan akan semakin menumpuk, sedangkan dikeluarkan pun masih belum bisa. Dan saat-saat dimana isi perut sudah berontak ingin keluar, maka mengeluarkannya sangatlah sakit. Kita keluarkan sekarang maupun besok atau lusa rasanya sama, tetaplah sakit, bahkan akan lebih sakit berkali-kali lipat dari pada jika kita keluarkan hari ini.
Begitu juga ketika kita menghadapi masalah. Terutama masalah yang menyangkut orang lain. Ketika kita bermasalah dengan orang tersebut sekali, dua kali, tiga kali dan kita tidak segera 'mengeluarkannya' dalam artian mengatakan pada orang yang bersangkutan masalah tersebut apa sehingga kita bisa duduk bersama dan saling mengintrospeksi diri maka masalah-masalah tersebut akan semakin menumpuk dan terus menumpuk sampai pada akhirnya kita sudah merasakan ketidaknyamanan pada diri kita sendiri dan orang tersebut telah berada pada puncaknya. Maka dalam hal ini akan lebih baik kita sesegera mungkin mengajak orang tersebut ngobrol baik-baik menyelesaikan masalah. Karena cepat atau lambat, mau dibicarakan sekarang maupun esok lusa karena hal ini mungkin saja bisa menyakiti hati kedua belah pihak maka akan tetaplah merasa sakit. Semakin lama kita memendam masalah tersebut maka akan semakin sakit pula rasa hati ini pada akhirnya.
So, hikmahnya yaa segera selesaikan masalah dan jangan dibiarkan menumpuk. Sekarang atau esok masalah tersebut pasti akan menunggu penyelesaian dari kita. Semakin cepat kita selesaikan semakin cepat berlalu pula masalahnya dan sebaliknya jika semakin lama kita selesaikan maka akan semakin lama pula kita berdampingan dengan masalah tersebut sedangkan masalah lain sudah menunggu.
Yah, beginilah hidup. Kita harus jadi pemberani. Setiap masalah yang kita lalui saya yakin akan membuat kita semakin berani menjalani hidup menatap masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar