Selasa, 25 Februari 2014

2 Months

Saya tau bahwa kami bukanlah anak-anak SMU atau kuliahan lagi yang harus merayakan hari jadi setiap bulan (kalo yang terlalu lebay) atau setiap tahun (normalnya), bahkan ketika saya dimasa-masa itu saya sama sekali tidak melakukannya. Tetapi pernikahan istimewa yang telah saya jalani menjadikan saya orang yang ingin mengungkapkan kebahagiaan saya selama dua bulan mengarungi bahtera rumah tangga. 

Ya, sudah dua bulan. Eh, bukan ding, tetapi BARU dua bulan saya mempunyai jabatan baru di kantor baru saya yang bernama rumah tangga, yaitu sebagai istri. WOW, gue udah jadi istri orang gitu lhoh! Masih. Sampai saat ini masih tidak percaya jika titel sebagai istri sudah melekat pada diri saya. Sungguh tak pernah terbayangkan oleh saya secepat ini. Akan tetapi menjalani hidup berumah tangga selama dua bulan yang cukup singkat ini membuat saya banyak sekali belajar. Belajar tentang : sabar, ikhlas dan bagaimana bersikap dewasa.

Saya paham akan kemampuan diri dan saya paham terhadap diri saya sendiri bahwa saya bukanlah sosok wanita lemah lembut idaman pria, bukan. Jika kalian mengenal saya dengan sosok seperti itu berarti kalian belumlah mengenal saya seutuhnya. Saya juga bukan wanita yang ke-ibu-an seperti banyak pria yang mungkin menghendaki sifat ini pada istrinya. I'm just a GIRL, totally wild, young and free. Jujur, saya masih kekanak-kanakan, yang masih ingin dimanja mama papa, yang masih egois memikirkan keinginan diri sendiri dan melakukan apapun sesuka hati. 

Sehingga saya HARUS melakukan PERUBAHAN terhadap diri saya. Saya butuh angin segar, saya butuh sesuatu yang baru. Bahkan saya merasa jenuh dengan diri saya sendiri yang hanya begitu-gitu saja dan terus mengembangbiakkan sifat-sifat tak penting dalam diri. Bagaimana agar saya tidak jenuh terhadap diri sendiri? Jawabannya hanya satu, BERUBAH. Perubahanlah yang membuat kita kembali belajar hal-hal baru. Saya ingin berubah ke arah yang lebih baik lagi. Saya harus sepenuhnya sadar akan jabatan baru saya oleh karena itu saya harus lebih sabar, ikhlas dan lebih dewasa.

Pernikahan bukanlah asal gugur kewajiban saja seperti kita yang sholat kadang-kadang atau bahkan seringkali hanya untuk menggugurkan kewajiban saja. Jika telah tunai sholat kita, ya sudah gugurlah kewajiban kita. Padahal makna sholat itu lebih dari itu (mungkin lain kali kita akan membahas mengenai sholat). Menikah juga bukan HANYA mengalir mengikuti tuntutan sosial, 'jika umur sekian ya sudah seharusnya menikah', atau 'memang beginilah hidup, kita sekolah, SD, SMP, SMA, Kuliah, Kerja lalu menikah'. Bukan, pernikahan sungguh dalam maknanya bagi yang mau berpikir. Pun bagi saya, pernikahan itu sangat suci dan berarti. Sebagai bentuk pengabdian diri kepada Ilahi. Menikah berarti kita mengikuti sunah rasul dan menikah berarti kita melengkapi separuh agama kita dan masih banyak lagi makna menikah yang tidak bisa disebutkan satu per satu disini. Yang pasti sekarang saya harus tanamkan betul-betul pada diri saya bahwa MENIKAH ITU ADALAH IBADAH. Apapun yang saya lakukan dalam kehidupan pernikahan adalah bentuk ibadah saya kepada Tuhan saya, Allah. Dan jangan lupa untuk selalu meniatkan segala sesuatunya karena Allah. Ingatkan hadist pertama "Innamal a'malu binniyat"? Yap seperti apa niat kita seperti itulah hasil yang kita peroleh. Jika kita lupa meniatkan sesuatu, mungkin kita malah tidak dapat pahalanya. Tetapi jika kita misal membuatkan teh hangat untuk suami dengan niat ibadah maka Insha Allah kita sudah dapat pahala yang berlipat sesuai janji Allah. Katanya nih, bahkan menatap suami dengan penuh kasih sayang saja terhitung ibadah. Apalagi yang lain-lainnya kan? Insha Allah dengan kembali meluruskan niat kita (khususnya saya) menjadi semakin semangat dalam menjalani kehidupan berumah tangga kedepan yang pastinya akan selalu ada jalan menukik tajam berliku dan berkerikil, akan menghadang badai dan juga akan menikmati indahnya pelangi ditepian pantai.

Saya beruntung bersamanya yang selalu sabar menghadapi tingkah kekanak-kanakan saya, dan tak pernah sedikitpun memarahi saya walaupun saya tau sebagai manusia normal pastilah punya batas untuk menahan amarah, tetapi dia tidak. Luar biasa! Terima kasih, terima kasih karena telah bersabar dan jangan pernah berhenti bersabar.

Mengutip kata-kata dari salah satu postingan pak Indra Noveldy:

Yuukk.. niatkan, dan bulatkan tekad untuk saling memberikan yg terbaik.. 
 
Yuk, jadikan hari ini sebagai hari kita mulai belajar dan tumbuh menjadi..
 
Lebih sabar dan bijak...
Lebih rendah hati dan murah hati..
Lebih santun..dan perhatian..
Lebih mau mendengar dan mengerti...
Lebih sigap dan tanggap..
Lebih sehat dan bugar...
 
Daan lebih menawan...
  

Setuju..? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar